
Showing posts with label Ulama Kharismatik Aceh. Show all posts
Showing posts with label Ulama Kharismatik Aceh. Show all posts
Thursday, February 1, 2018
Tuesday, January 23, 2018

Menelusuri Jejak Hidup Abu Daud di Teupin Gajah (Tgk. H.M.Daud Al Yusufy) Ulama Kharismatik Aceh
Silsilah Keturunan
Tgk. H. Muhammad Daud Al Yusufy, dalam beberapa surat formal, tulisan “Muhammad” sering disingkat dengan “ Muhd”, sebutan yang akrab untuk pimpinan Dayah Madintud Diniyah Babussa’adah ini, baik dalam hubungan keluarga, atau para santri dan juga dalam lingkungan social beliau dipanggil dengan panggilan ABU, Pada Tahun 1936 beliau dilahirkan didesa Krueng Kalee, Kecamatan Pasie Raja
Thursday, December 29, 2016

Abu Mudi Beserta Rombongan Berangkat Umrah
Diiringi lantunan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, pada Rabu malam (28/12/2016) ribuan santriwan dan santriwati melepas keberangkatan Abu Mudi beserta keluarga untuk menunaikan ibadah umrah. Pelepasan ini ditutup dengan azan yang dikumandangkan oleh salah seorang santri.
Tuesday, July 26, 2016

Inilah Kisah Karamah Almarhum Abuya Muhibuddin Waly
Oleh Tgk Bee Waly
Suatu hari aku duduk dengan Abuya Mawardi Waly, kami berbincang sambil mentashihkan salah satu buku karya Abuya Syeikh Muhammad Waly. Saat itu kami berbincang hingga beliau bercerita mengenai sejarah Almarhum Abuya Muhibbuddin Waly.
Monday, March 28, 2016

Peringatan Haul Almukarram Abon Abdul Aziz MUDI Mesra Berjalan Lancar
Peringatan Haul Almukarram Abon Abdul Aziz MUDI Mesra Berjalan Lancar
Tuesday, March 15, 2016

Tgk H Muhammad Daud Al Yusufi (Abu Dawood di Teupin Gajah), Sosok Ulama Tasawuf di Aceh Selatan
TGK. H. MUHAMMAD DAUD AL YUSUFI (ABU DAWOOD TEUPIN GAJAH)
Tgk H Muhammad Daud Al Yusufi atau Abu Dawood di Teupin Gajah adalah Pimpinan Pondok Pesantren / Dayah Madinatud Diniyah Babussa'adah, Gampong Teupin Gajah, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.
Tgk H Muhammad Daud Al Yusufi atau Abu Dawood di Teupin Gajah adalah Pimpinan Pondok Pesantren / Dayah Madinatud Diniyah Babussa'adah, Gampong Teupin Gajah, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan.

Riwayat Syeikh Hamzah Fansury, Jasad Satu, Makamnya di Mana-mana
Syeikh Hamzah Fansuri
Hamzah Fansuri, Jasadnya Satu, Makamnya di Mana-mana
Hamzah Fansuri, Jasadnya Satu, Makamnya di Mana-mana

Mengenang Sosok Ulama Kharismatik Abu Cot Kuta (alm)
Sekilas Mengenang Sosok Ulama Kharismatik Aceh
Biografi : Alm. ABU COT KUTA
Biografi : Alm. ABU COT KUTA
Saturday, March 12, 2016

Biografi Tgk H Usman Bin Tgk Ali (Abu Kuta Krueng)
TGK H USMAN BIN TGK ALI Lahir
di Kuta Krueng Pidie Jaya pada tanggal 31 Desember 1940 dengan nama
lengkap Tgk H Usman bin Tgk Ali. Setelah menyelesaikan Sekolah Rakyat
(SR) Tgk H Usman langsung menggeluti pengetahuan Islam di Dayah Ma’hadal
Ulum Diniyyah Islamyyah (MUDI) Mesra Samalanga – Bireuen, semasa
mengaji di Dayah MUDI Mesra Samalanga telah nampak terlihat kepribadian
seorang ulama, mulai dari sifat, karakter hingga kemampuan menyerap
berbagai ilmu pengetahuan dengan cepat.
Thursday, March 10, 2016

Abu Tanoh Abee Pewaris Naskah Kuno Aceh
Almarhum Abu Tanoh Abee sempat mengomentari buku "Khazanah Naskah"
karangan Henri-Chambert Loir & Oman Fathurahman yang juga mencakup
pencatatan atas naskah-naskah koleksi Dayah Tanoh Abee (January 2005)

Kisah Teungku Peukan Manggeng, Seorang Ulama Aceh Yang Tak Gentar Melawan Belanda
Perlawanan Tengku Peukan Manggeng Terhadap Belanda Di Aceh Barat Daya (Abdya)
Perlawanan terhadap Belanda juga terjadi diwilayah Barat Daya yang
dipimpin oleh Tengku Peukan Manggeng, Haji Yahya dan Sidi Rajab. Dalam suatu
musyawarah yang diselenggarakan di Paya Dapu wilayah Kluet, ditetapkan Tengku
Peukan Manggeng sebagai panglima perang dan penyerangan lebih dahulu dilakukan
pada malam hari di tangsi (asrama) Blangpidie pada akhir tahun 1926.
Wednesday, March 9, 2016

Jejak Teungku Di Anjong di Peulanggahan
Sejak tiga tahun terakhir Gampong Peulanggahan, Banda, Aceh banyak dikunjungi pengunjung yang datang dari Persia, Malaysia, Jakarta, atau Medan. Mereka berziarah ke sebuah makam yang terletak persis di samping masjid Teungku Di Anjong di Gampong Peulanggahan, Banda Aceh. Makam yang mereka ziarahi adalah makam seorang ulama yang berilmu tinggi dan kasyaf yang terkenal di Aceh dengan gelar Teungku Di Anjong.
Saturday, March 5, 2016

Abuya Jamaluddin Waly, Ulama Aceh Yang Bersastra
Oleh Hamdani, S.Pd.(*
Pada suatu hari di pertengahan bulan Juni 2013 Ketua Pengurus Masjid Besar Islamic Centre Lhokseumawe Provinsi Aceh, Tgk. H. Ramli Amin, S.Ag. memperkenalkan sebuah buku kepada saya berjudul Panduan Zikir dan Doa Bersama. Setelah saya amati dan saya baca dengan teliti ternyata buku tersebut ditulis oleh seorang ulama yang termasyhur dan saya kagumi yaitu Abuya Tgk. H. Djamaluddin Waly. Salah seorang anak ulama tersohor di negeri ini almarhum Abuya Muhammad Muda Waly dari Labuhan Haji, Aceh Selatan. Pendiri dayah (pesantren) Darussalam yang bergelar Syaikhul Islam Al-Kaamil Al-Mukammil Al-Arif Billah Abuya Muhammad Waly Al-Khalidy (1917-1961 M).
Friday, March 4, 2016

Kisah Abu Syam Di Blang Pidie, " Disegan Kawan dan Ditakuti Oleh Lawan"
“seburuk-buruk ulama adalah ulama yang bertamu ke rumah sultan, dan sebaik-beik sultan adalah sultan yang bertanu ke rumah Ulama”
Abuya Tgk.
Syekh H. Muhammad Syam Marfaly
Abuya Tgk. Syekh H. Muhammad Syam Marfaly yang dikenal dengan panggilan Abu Syam atau Abu di Blang adalah salah seorang ulama kharismatik Aceh yang dikenal dengan ketegasan di hukum fiqih dan Abu juga seorang ulama yang membasmi paham wahabi di Blangpidie, yang sebelumnya merupakan salah satu tempat pusat perkembangan wahabi di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh, Abuya di lahirkan di desa Lhung Tarok Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Selatan (sekarang Aceh Barat Daya) pada tahun 1937. Ayah beliau bernama Khalifah Makrufen bin Khalifah Ali dan ibu beliau Hj. Aisyah binti Tgk. Muhammad Ali.

Ulama Kharismatik Aceh: Abuya H.M. Nasir Waly Lc
Aceh kehilangan lagi seorang ulama
kharismatik dan menjadi panutan umat. Abuya HM Nasir Waly Lc, Pimpinan Dayah
Serambi Mekkah Meulaboh yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU)
Kabupaten Aceh Barat mengembuskan napas terakhir, Sabtu (6/2) pagi sekitar
pukul 05.45 WIB di Rumah Sakit Bunda, Medan akibat sakit yang dideritanya.
Putra ulama besar Syech Abuya Muda Waly Al-khalidi ini meninggal dalam usia 58
tahun.

Ulama Kharismatik Aceh: Kiprah Abuya Prof. Muhibuddin Waly
Abuya Muhibbuddin, demikian ia akrab disapa, adalah putra Syekh Muhammad Waly, guru Tarekat Naqsyabandiyah Waliyah di Tanah Rencong. Syekh Muhammad Waly adalah ulama besar yang berasal dari Minangkabau. Dari ayahandanya, yang di Ranah Minang lebih dikenal dengan julukan Syekh Mudo Waly, mengalir darah ulama besar. Paman Syekh Mudo Waly, misalnya, adalah Datuk Pelumat, seorang waliullah yang termasyhur di Minangkabau. Sebagaimana kedudukan pamannya, Syekh Mudo Waly juga mewarisi karisma dan karamahnya. Konon, ia pernah memindahkan anaknya dari Minangkabau ke Aceh dalam sekejap.

Ulama Kharismatik Aceh: Biografi Syeikh Nuruddin Ar-Raniry
Nuruddin Ar-Raniri adalah negarawan, ahli fikih, teolog, sufi, sejarawan dan
sastrawan penting dalam sejarah Melayu pada abad ke-17. Nama aslinya adalah
Nuruddin bin Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid Ar-Raniri. Ia lahir di Ranir
(Rander), Gujarat, India, dan mengaku memiliki darah suku Quraisy, suku yang
juga menurunkan Nabi Muhammad SAW.

Ulama Kharismatik Aceh: Teungku Chik di Tiro dan Perang Sabil
Salam alaikom walaikom teungku meutuah
Katrok neulangkah neulangkah neuwo bak kamoe
Amanah nabi...ya nabi hana meu ubah-meu ubah
Syuruga indah...ya Allah pahala prang sabie...
Katrok neulangkah neulangkah neuwo bak kamoe
Amanah nabi...ya nabi hana meu ubah-meu ubah
Syuruga indah...ya Allah pahala prang sabie...
Teuku Chik di Tiro yang nama
sebenarnya ialah Muhammad Saman, dilahirkan tahun 1836 di Cumbok Lamlo,
Tiro, daerah Pidie, Aceh. Ayahnya bernama Syekh Abdullah, guru agama di Garot,
dekat Sigli. Ibunya, Siti Aisyah, adalah adik dari Teungku Cik Dayah Cut, ulama
terkenal di Tiro. Saman menjalani masa kecilnya di dua tempat, di Garot dan di
Tiro. Di tempat-tempat itu ia bergaul dengan para santri. Pelajaran agama
mula-mula didapat dari ayahnya dan kemudian dari pamannya. Ibunya mengajarinya
menulis huruf Arab. Perhatiannya cukup besar terhadap buku-buku tasawuf karangan
Imam Ghazali. Ia dibesarkan dalam lingkungan agama yang ketat.
Thursday, March 3, 2016

Ulama Kharismatik Aceh: Sejarah Lengkap Abu Hasan Krueng Kalee
”Abu Krueng Kalee nyaris membuat Aceh menjadi sebuah negara yang berdiri sendiri. Namun semuanya buyar setelah usulan itu tak diterima Daud Beureueh yang pada akhirnya ia sendiri tertipu janji palsu Soekarno...”
Subscribe to:
Posts (Atom)
